Ratusan bahkan ribuan kali saya mencoba untuk menjawabnya, tapi tidak ada satupun jawaban yang "hinggap" di kepala. Dia seorang pendamping? Untuk apa? Hidup ini rasanya sudah cukup tanpa pendamping. Sebagai seorang teman? Rasanya juga sudah banyak teman yang bisa diajak ngobrol satu sama lain.
..
Namun, semakin banyak bertanya, semakin banyak pula mendapat jawaban dan pada saat yang sama semakin banyak pula pertanyaan baru yang muncul. Sebuah kesimpulan yang mungkin belum bisa disebut sebuah kesimpulan, bahwa manusia sulit untuk memahami orang lain. Demikian juga dengan kehadiran seorang suami.
..
Bahwa ada saat dimana perasaan tersembunyi dan privasi ingin diungkapkan hanya kepada satu orang. Dimana dia dipercayai seumur hidup, pada dirinya menggantung semua kekesalan, kehangatan dan kebahagiaan. Dan adalah sesuatu yang menyakitkan ketika semua beban perasaan yang ada, entah itu perasaan suka, perasaan duka atau perasaan apapun diambil secara individual. Tidak ada suatu kepuasan, ada perasaan terpendam.
..
Yah, seorang suami adalah belahan jiwa. Dia sejajar dengan diri yang lemah ini. Menguatkan satu sama lain, dan mengingatkan satu sama lain. Dia adalah teman, sahabat, dan apapun yang ada di dunia ini. Dia bukan segalanya, tapi dia ciptaan Tuhan yang selalu ada untuk menemani kelemahan manusia.
..
Tapi entahlah, jawaban demi jawaban baru akan terjawab ketika saatnya nanti...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan Pesan Anda disini..