Aku curi-curi waktu untuk update blog ini karena aku pingin apa yang aku pikir sekarang bisa aku rekam dalam sebuah catatan terbuka. Terbuka karena aku suka berbagi. Lagi pula hidup kita tuh seperti buku yang terbuka yang dibaca semua orang yang bertemu dengan kita. Nggak ada gunanya juga ditutup-tutupin. It will be revealed ... anyhow!
…
Aku inget dulu aku bertarung melawan gossip. Somehow people like to talk about me. Nggak tau kenapa.. Jadi, walaupun bukan artis, aku sudah biasalah jadi bahan gossip. Tentu saja aku juga belajar menghadapinya. Seiring dengan berjalannya waktu.. aku tambah tua.. eh, dewasa, dan lebih bijaksanalah. Sekarang aku memilih untuk menikmati gossip tentang diriku sendiri. He he.. …
Hmm.. Itu sih cuplikan kecil dari perjalanan hidupku. Aku juga punya setumpuk masalah lain yang harus aku hadapi. Aku nggak pilih kata "selesaikan" karena eventually the problems went away with the time... That's what I learn. Masalah datang untuk dihadapi, bukan diselesaikan. Ternyata. Karena masalah itu hanya peristiwa kehidupan. Cara DIA membentuk kita, dan akibat dari keputusan-keputusan yang diambil oleh kita dan orang-orang lain yang tersangkut dalam kehidupan kita.
…
Tapi bukan tanpa arti... Masalah yang kita hadapi selalu meninggalkan bekas dalam hidup kita. Menjadikan kita siapa kita sekarang ini. We are who we are because of what we have been through in our lives. Semuanya, didikan orang tua, pengaruh lingkungan, dan masalah yang datang.
…
Lalu, barangkali karena aku ini seorang kakak yang dijaman dulu itu dituntut untuk jadi teladan bagi adiknya, maka keinginanku selalu hanya ingin jadi anak baik. Tapi aku banyak menghadapi kritik (oh, ya, penting buat para orang tua balita, jangan kritik anak anda! it's bad for their personality growth!) dan akibatnya aku jadi gak percaya diri. I did not like myself. Cuma aja, aku ini 'kan tough, ya (tapi beneran, deh, gak enak jadi tough), maka aku berjuang untuk menyukai diriku sendiri. Pelan tapi pasti aku terus berjuang untuk menemukan kejatidirianku. Aku mulai dengan menamai diriku sendiri "Imm yang Manis". Itu langkah awalku yang aku mulai di tahun 2000.
…
Lain kali aku bilang, "I love me". Dan suatu ketika aku menemukan photo box dan mulailah aku memanfaatkan fasilitas itu untuk mencari nice angle dari wajahku sendiri. Ternyata mood mempengaruhi hasil foto. Tapi aku pikir, sih, rasa percaya diri adalah sumber kecantikan yang lebih manjur dari pada dipermak. Soalnya kalo' aku pelajari foto aku jaman dulu, aku manis juga, kok. Cuma emang kebanyakan foto aku dulu jelek banget. Tapi itu pasti karena dulu aku super gak pede. Ha ha.. Gak, kok. Kepercayaan diriku ini aku raih melalui perjuangan. Ya mulai dengan menyebut diriku "Imm yang Manis" itu tadi.
…
Lalu suatu hari dengan berat hati aku potong rambut gondoruwoku yang sepinggang panjangnya itu sampe tinggal sepunggung saja. Mengalami 3 kali rebonding dan beberapa kali pewarnaan, Belakangan malah aku keramas di salon supaya bisa dicatokin. Kalo' tauk begini, ah! dari dulu jangan dipotong tuh rambut! Catok aja terus.
…
Sementara aku make over penampilan aku, aku juga make over bathin aku. Aku mulai menerima kenyataan bahwa aku pernah terluka. Bahwa pengalaman-pengalaman pahit yang aku hadapi dulu itu memang menyakitkan aku. So bad. Tentu saja sambil percaya bahwa bagaimana pun Tuhan sayang aku. Ini sumber kekuatanku dalam menjalani kehidupanku.
…
Dulu, aku tidak mau memakai emosiku. Karena bapakku dulu marah kalau aku nangis. Mungkin itu karena sebenernya dia gak kuat liat aku nangis. Tapi akibatnya, pak, aku jadi malah gak bisa nangis selama bertahun-tahun. Aku selalu memilih untuk mengendalikan emosiku dan... berpikir! Kayak laki-laki aja. Eh, tapi sebaiknya kaum lelaki pun belajar untuk menangislah. Biar nggak terlalu stress.
…
Anyway, dulu aku yang selalu berusaha untuk tegar itu ternyata malah jadi dingin banget. Cold blood. Aku gak pernah punya empati kepada siapa pun. Aku pikir penderitaan adalah wajar dan setiap orang harus berjuang untuk keluar dari situ. Tapi, thank God, it's over. Sekarang aku bisa ikut sedih kalau ada orang yang susah. I feel more human, then.
…
Lalu, aku memutuskan untuk melupakan pria yang jadi bagian masa laluku ketika aku masih "berdarah dingin". Dan jatuh cinta sekaligus patah hati di tahun ini. Nangis terus.. Tapi aku punya sahabat-sahabat yang sayang aku dan mendukung aku selalu. Itu mereka aku featuring di "Featured Friends". Please talk to them and tell them I love them. They're blessings in my life.
…
Nah, sekarang, Aku merasa luar biasa sekali. Aku merasa telah menyelesaikan satu babak dalam kehidupanku which is great. Menurutku, aku berhasil. I made it. Tambah cantik. Tambah berisi. Tambah look younger. Gak punya pacar. Tapi aku baik-baik saja. And it's time for a change. A new journey for me. Let's see what 2008 bring for me and what would I do this year then. Yang pasti, aku merasa jauh lebih baik dari aku yang dulu. Lebih percaya diri, lebih menikmati hidup. Mudah-mudahan cepet ketemu jodoh sooner. Amin. Karena aku juga mau, kok, disayang.