Laman

10 Nov 2007

Kebahagiaan Itu Dibuat, Bukan Dicari

Jika membicarakan kebahagiaan, tentu kita ingat juga kata cinta. Sebab kebahagiaan identik dengan keberadaan cinta. Kita harusmengetahui diri sendiri, apa yang membuat kita merasa bahagia.
..
Sebab, kebahagiaan harus kita sendiri yang membuat, bukan kita yang mencarinya.
..
Pabrik kebahagiaan berada di dalam sanubari kita sendiri. Percuma Andapergi ke ujung dunia untuk mencari kebahagiaan. Kebahagiaan tak akanAnda dapatkan di mana pun, kecuali Anda yang membuat diri berbahagiadi mana pun dan kapan pun.
..
Faktor yang paling penting untuk membuat kita tetap sehat, sejahtera,dan bahagia, adalah mencintai dan merasa dicintai.Bersikaplah realitis dan rencanakan sejumlah mukjizat untuk dirisendiri dan merasakan kebahagiaan itu datang dan terjadi pada kita,sebab cinta itu perlu keutuhan tubuh, pikiran, dan jiwa.
.
Cinta seperti segala sesuatu lainnya adalah sebuah pilihan.
..
Pada setiap saat dalam perjumpaan dengan orang lain, atau dalam setiappikiran tentang diri kita sendiri, kita memiliki suatu pilihan: entahuntuk menghakimi atau coba untuk mengerti terhadap apa yang sedangdihadapi, yang harus dijalani, dan yang akan direncanakan.
.
Energi Cinta
.
Cinta adalah energi. Rasakan energi itu mengalir ke dalam bagian tubuhkita, maka kita merasakan satu kehangatan, kedamaian, dan kebahagiaan,memasuki tubuh dan sanubari.
..
Dan energi cinta itu tidak harus selalu kita dapatkan dari luar. Justru yang paling manjur adalah cinta yang dihasilkan dari diri kita sendiri.
..
Dengan mencintai dan jujur pada diri kita sendiri tentang arti cinta,maka kita tidak akan menyia- nyiakan cinta yang sudah ada dan ber-tumbuh dalam diri kita. Itulah awal pabrik kebahagiaan berproduksidalam hati.
..
Sering terjadi pada banyak pasangan yang menyia-nyiakan perasaancinta, yang tadinya menjadi suatu awal untuk keputusan hidup bersama. Kita sering lengah untuk memelihara cinta tersebut.
..
Cinta yang dalam adalah dalam bentuk kasih sayang yang bisa kita ibaratkan seperti sebuah otot dalam tubuh kita, semakin dilatih dan dipelihara, maka akan jadi semakin kuat dan semakin bermanfaat untukmelancarkan gerakan dalam hidup.
..
Pada saat cinta mulai memudar dan perlahan tapi pasti kasih sayangterhadap pasangan mulai menghilang, maka kita baru sadar bahwa selamaini kita tidak menghargai keberadan cinta pasangan kita.
..
Di saat kita memiliki penuh, justru kita sia-siakan! Tetapi, di saat kita mulai merasa terancam kehilangan, kita berusaha mati-matian untukmendapatkan pengakuan bahwa dia harus tetap menjadi milik kita!
..
Sayangnya, dalam berjuang mempertahankan atau mencoba mengembalikancinta pasangan, yang banyak terjadi adalah kita tidak kembali merebutcinta dengan cinta. Kita salah langkah, salah bertindak, juga salah mengadaptasikan kembali cinta itu pada keharmonisan hubungan.
..
Maka, yang terjadi adalah cinta semakin jauh untuk dikembalikan,semakin jauh untuk diraih, karena kita membuat hubungan menjadi semakin membara dengan argumentasi yang mau menang sendiri, denganamarah yang panas dan membuat cinta menjadi hanya legenda yang pernahada dalam hubungan sebagai pasangan. Cinta musnah dibakar api amarah dan cemburu.
..
Mudah Sirna
..
Kenapa cinta yang membawa kebahagiaan pada pasangan menjadi begitu mudah sirna? Cinta yang demikian cepat pudar dan akhirnya lenyapdimakan waktu, antara lain adalah cinta yang diawali kata "karena" atau kata "kalau".
..
Cinta bisa abadi dan penuh toleransi jika sudah melebur dan berubahmenjadi cinta dimulai dengan kata "walau" atau "walaupun".
..
Contoh cinta yang diawali kata "karena" adalah "Karena kamu cantik, maka aku mencintaimu! " Kemudian, "Karena kamu seorang direktur, makasaya mencintaimu!"
..
Lalu, contoh cinta yang diawali kata "kalau" adalah "Kalau kamu cintasaya, maka kamu seharusnya memenuhi kebutuhan saya!" atau "Kalau kamu cinta saya, maka kamu selalu memperhatikan saya!"
..
Nah, bandingkan bunyi kalimat cinta yang diawali kata "walau".
..
"Walaupun hidup kita kekurangan, tetapi saya tetap mencintaimu! "Begitu juga dengan, "Walau kamu sekarang di-PHK, saya tetapmencintaimu! " atau "Walau sekarang kulitmu sudah keriput, aku tetapmencintaimu!"
..
Banyaknya pasangan yang membekali diri untuk hidup bersama dengan cinta berawalan "karena" dan "kalau", maka keluhan yang paling sering terdengar dalam ruang konsultasi adalah "serumah, tapi terasa asing" dan "setempat tidur, tapi tidak tertarik lagi".
..
Cinta "karena" dan cinta "kalau" mudah pudar dan luntur. Berbeda dengan cinta "walau" yang penuh toleransi, penuh pengertian, bahkan penuh maaf atas apa yang terjadi pada pasangan kita.
..
Kita mampu berkata, "Walau kamu menyakiti saya, tetapi saya tetap menyayangimu"
..
Pilihan ada pada diri kita sendiri, mau berbahagia ya berusahalah danberjuanglah dalam membuat kebahagiaan itu di sanubari kita.
..
Sebab, kebahagiaan itu merupakan energi yang menular. Kita tidak bisamembuat orang di lingkungan kita berbahagia, tanpa diri kita sendiribahagia.
..
Bagaimana kita mau membuat orang di sekitar tersenyum, jika kita sendiri tidak mampu tersenyum karena hati penuh energi busuk yangdihasilkan dari amarah, rasa benci, jengkel dan merasa dipermainkan, dan sebagainya?
--~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutupsehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
-~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~---