Laman

29 Okt 2007

Aku Mba Im.. Bukan Mba Is..

Kejadiannya baru kemarin siang.. Di acara halal bihalal Kantorku di Kawasan Bumi Serpong Damai, Setelah beberapa sambutan dan Ceramah maka acara puncaknya adalah sesi berjabat tangan oleh seluruh karyawan.. Nah pada waktu mengantri aku melihat sosok yang cukup akrab dan dia adalah salah satu staff Pengajar di Cabang Bekasi, maka lekaslah ku sapa
..
"Minal aidhin wal faidzin Pak Nana" Sapaku sambil senyum dan memberikan tangan kepadanya.
"Iya, Minal Aidhin Wal Faidzin juga, Aduh.. Mba ini siapa yah namanya.." Sambil Terus mencoba mengingat ingat
"Ko bisa lupa sih Pak, saya aja ga lupa sama Bapak.." Jawabku sambil sebel
"Ehm.. Iyah.. Aduh siapa yah.." Sambil garuk2 kepala, "O ya namanya nama cowok2 gitu kan.. Aduh.. ehmmm O iya.. Ismail bukan" Sambil senyum2 matanya mencari nametagku buat ngedapetin contekan.
Serentak aja mba Lina sama Mba Indah ngetawain aku.. Tega banget masa namaku dibilang Ismail seh...
"Wah Pak.. Kalo nama saya Ismail berarti panggilan saya Mba Is dong, Bukan Mba Im..." Jawabku sambil sebel..
Dan setelah dia membaca nametag yang kupakai barulah dia ingat...
"O iya... Im... Maaf yah, abis kamu casingnya ganti sih (Secara saat itu memang aku merubah penampilan dengan Jilbab)
"Ah Bapak... ngeles aja... " Jawabku sambil manyun.
..
Yah.. acara kemarin emang ramai banget, semua cabang di wilayah I berkumpul.. Banyak yang berbeda.. Banyak yang tereliminasi.. Banyak yang hilang.. Tapi Alhamdulillah masih banyak juga yang tertinggal..

Tragedi "Daging" tercecer dijalan

Yah.. sebuah tragedi disore hari sepulang dari kantor, kejadian yang bener2 bikin aku pucat pasi, sore itu aku sengaja pulang bareng mba ina, mba novi dan elhan, aku niat ke gym ku di kawasan rawamangun, otomatis aku bisa barengan naik bis kota bareng mereka.
..
Cukup lama menunggu bis, akhirnya kami beinisiatif jalan ke arah terminal, karena kalo kami bertahan dihalte, sudah dipastikan tak ada satupun kursi di bis yang tersisa, yup.. berempat kami berjalan sampe tepat di bawah jembatan sepuluh meter dari terminal, ternyata disanapun kami masih harus menunggu..
..
Nah ceritanya dimulai dari sini, Terlihat seorang Ibu, berlari2 mengejar bis dengan tujuan kali deres, mobil begitu cepat melaju sedangkan langkah si Ibu ini terbatas karena bawaannya yang banyak, sekian meter mengejar tapi tetap langkah si ibu tidak bisa menggapai pintu bis, ibu itu tersungkur dan kebetulan dihadapannya ada bajaj yang mengerem mendadak.. BUUKKKK... Hantaman itu itu sampe membuat semua orang mengalihkan pandangan ke arahnya, termasuk aku.. Tak terlihat jelas oleh gimana keaadaan si Ibu, yang terlihat cuma sebuah tubuh tergeletak dijalan, ada darah.. dan yang bikin aku shock adalah.. banyak daging tercecer di sekelilingnya...
..
Aku tersentak.. Aku kaget, dan aku ketakutan.. jujur aja aku paling ga kuat melihat darah.. apalagi sampe separah itu.. Aku menutup telinga dan berlari jauh dari tempat itu.. Aku meninggalkan tiga temanku.. Dan memang temanku bertanya.. "Mba Im, kenapa? Mau kemana??" Dan yang membuat aku heran kenapa tiga temanku seakan biasa2 aja melihat itu??
..
Orang2 mengerumuni si ibu, dan ketika keadaan mulai tenang aku kembali ke teman2ku, tapi.. dengan posisi membelakangi tempat itu.. Jujur aku takuttt sekali waktu itu.. Sampe mba Lina ngomong gini : "Mba Im, ngapain ngebelakangin jalan terus?",
"Aku takut na, aku paling ga berani liat kecelakaan.." Jawabku,
"Lah kan si Ibunya gpp, tuh dia lagi jalan kearah kamu.." Kata mba Lina
"Apa?? Lah itu daging apaan??" Jawabku,
"Ooooo... itu sih daging yang dibeli sama ibu itu di pasar.. Karena dia nabrak bajaj makanya kantong plastiknya jebol.. trus tercecer deh dagingnya... " Jawab mba lina sambil senyum-senyum..
..
Hehehe.. Aku jadi malu.. Kayanya emang aku kebanyakan nonton film kali yah.. makanya jadi paranoid gitu..

27 Okt 2007

"Sekedar Renungan"

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan..
..
Pertama...
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab..."orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ...
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. .
Sebab kematian adalah PASTI adanya.....
..
Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan
kedua...
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab..."negara Cina",
"bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...
dan betapa kayanya kita...
tetap kitaTIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini...
dan hari-hari yang akan datang..
..
Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab"gunung", "bumi", dan "matahari".. .
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini...
jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...
..
Pertanyaan keempat adalah...
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab...
"baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...
..
Pertanyaan yang kelima adalah...
"Apa yang paling ringan di dunia ini...???"A
da yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...
..
Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati...
dan melukai perasaan saudaranya sendiri...
..
Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...
senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???

HERE WE ARE

HERE WE ARE
Words and Music by : Gloria Estefan
..
Here we are, face to face, we forget time and place
Hold me now, don’t let go though it hurts and we both know
The time we spend together’s gonna fly
And everything you do to me is gonna feel so right
Baby, when you’re loving me I feel like I could cry
Cause there’s nothing I can do to keep from loving you
..
Here we are, all alone, trembling hearts, beating strong
Reaching out a breathless kiss, I never thought could feel like this
I want to stop the time from passing by
I wanna close my eyes and feel your lips are touching mine
Baby when you’re close to me, I want you more each time
And there’s nothing I can do to keep from loving you
..
There’s nothing I can do, I’m helpless in your arms
Oh baby what you do, I’m in love, this is it
There’s no turning back this time, no, no, no…
..
Here we are, once again, but this time we’re only friends
Funny world sometimes flies, become the game, when love’s the prize
And though no one knows what’s going on inside
And all the love I feel for you is something I should hide
When I have you close to me, the feeling’s so sublime
That there’s nothing I can do to keep from loving you

"A MIRROR"

It's been quite a while since the last time I wrote here and of course many things have happened since then. I don't even know where to start.
..
Terkadang aku bertanya-tanya, seperti apakah diriku yang sebenarnya? aku selalu menampilkan diriku sebagai seseorang yang kuat, dependable, strong, tough, dan seolah aku bisa berdiri sendiri tanpa dukungan siapapun.
..
Tapi kadang, ada suara dalam diriku yang mengatakan bahwa sesungguhnya aku hanyalah bersandiwara, bahwa sesungguhnya aku tidaklah sekuat itu, bahwa sesungguhnya aku bahkan lebih rapuh daripada yang kubayangkan.
..
Many years ago, let's just say, 7 or 8 years ago, I had a special feeling for someone I know wasn't supposed to be mine. And that was a terrible and big mistake. Bahkan mungkin dia pun tak pernah melihat sisi rapuh dalam diriku. Aku mencoba untuk masuk ke dalam kehidupannya, tapi dia tidak pernah mengijinkan. Dia tidak pernah membuka pintunya untukku, walau berapa kali dan berapa lama pun aku mengetuk.
..
Pada saat yang hampir bersamaan, seorang best friend justru berhasil memasuki kehidupannya dan aku tau persis mereka masih berhubungan dengan sangat baik sampai hari ini. Aku hanya berharap dia menjelaskan mengapa dia memperlakukan kami dengan begitu berbeda. Apakah karena dia merasa bahwa yang satu lebih membutuhkan dia daripada yang lain? Probably.
..
Pada akhirnya aku harus mengerti bahwa sebuah hubungan tidak akan bisa berhasil jika hanya diusahakan oleh satu pihak saja. A relationship needs efforts from both sides in order to make it work. Everybody knows that. Menyakitkan? Of course, it hurt very much, even until today.
..
Aku tau banyak orang yang berkata, mengapa kita harus memikirkan hal-hal yang sudah sekian lama terjadi. Ada gunanya kah? Tidak, dan itu tidak akan mengubah apapun. dan mungkin sudah saatnya bagiku untuk meninggalkan semua kenangan menyakitkan itu.
..
Awalnya aku pikir aku sudah bisa menutup semuanya, tapi mungkin aku terlalu cepat mengambil kesimpulan.

"About A Relationship"

Last night I gained another understanding about relationship. It is about when relationship doesn't go on the way we expected.
..
When we stopped striving for a relationship, it doesn't mean that we stop loving and start hating that person, no matter who that person may be. The feeling may still be there, but we know that there is no point of carrying on so that we have to stop trying.
..
We stopped not because of what that person had done to us that hurt us very deeply. But because we know that there will be no point of trying to strive for that relationship. It means that we admit to ourselves that sometimes things are just not the way we expect them to be. And someway, somehow, we just have to deal with that.
..
It's not because we hate that person or because we didn't try. In fact, we did try, and we just didn't succeed. It may hurt us. But what can we expect? Truth may be painful sometimes. There are times when we have to tell ourselves to stop and to know the right time to quit.
..
I experienced that for many times. The first one was nearly 9 years ago, on my third year of junior high. During those times, I consider that as something painful I don't want to remember. It still is, but at least now I can see that in a different point of view in order to earn a better understanding. Our relationship didn't work out.
..
Well, maybe the factor is not only in him, but in me as well. I just realized that I don't hate him no matter what he had done to me and no matter what pain he had caused me. I just can't. In fact I still have feelings for this guy, but I just have to stop trying in order to hurt myself more.

It's the SecRET about LOVE......

Manusia memang makhluk rumit dan suka aneh sendiri.
..
Hal-hal yang pingin kita omongin atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete, nggak disayang, nggak dihargai. Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa.
..
Karena takut mempermalukan orang lain atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you".
Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener", "hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan". Tapi, sebenernya itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".
..
So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku atau mungkin kasar.
..
Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya. Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara: hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata.
..
Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan. Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain.
..
Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.
Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.
..
Cinta adalah anugerah. Membuat kita tertawa. Membuat kita bernyanyi. Membuat kita sedih. Membuat kita menangis. Membuat kita bertanya "kenapa?" Membuat kita menerima. Membuat kita memberi. Dan yang paling penting, membuat kita hidup. Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Kadang sendiri itu perlu loh. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.
..
Jangan pernah ragu nyatakan cinta. dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.
..
Giving someone all your love is never an assurance that they'll love you back! Don't expect love in return; just wait for it to grow in their heart but if it doesn't, be content it grew in yours. It takes only a minute to get a crush on someone, an hour to like someone, and a day to love someone, but it takes a lifetime to forget someone.
..
And I've learned....
That love, not time, heals all wounds ..